Senin, 08 Februari 2021

10 Muwasafat Tarbiyah

 Muwasafat berasal daripada perkataan akar (wa-sho-fa) yang membawa maksud ciri-ciri atau watak atau rupa diri. Muwasafat adalah pelaku kepada perkataan (wa-sho-fa) atau disebut sebagai (fai’l) yang bermaksud penyerlahan watak secara khusus.

Menurut Dr Ali Abdul Halim Mahmud dalam buku yang berjudul terjemahan ‘peringkat-peringkat tarbiyah ikhwanul muslimin’ mendefinasikan tarbiyah ialah cara ideal berinteraksi dengan manusia untuk mengubah mereka dari satu keadaan kepada keadaa yang lebih baik.

Muwasafat tarbiyah ialah ciri-ciri ataupun peribadi yang perlu ada pada seorang seorang muslim.

Muwasafat Tarbiyah adalah kriteria yang perlu ditanamkan dalam diri untuk membentuk keperibadian Muslim yang unggul. Insyaallah.

Bila disederhanakan, sekurang-kurangnya ada 10 profil atau ciri khas yang harus lekat pada pribadi muslim.


1.      1. Salimul Aqidah (Good Faith)

Aqidah yang bersih (salimul aqidah). Dengan kebersihan dan kemantapan aqidah, seorang muslim akan menyerahkan segala perbuatannya kepada Allah sebagaimana firman-Nya yang artinya: ‘Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku, semua bagi Allah Tuhan semesta alam’ (QS 6:162).

Karena memiliki aqidah yang salim merupakan sesuatu yang amat penting, maka dalam da’wahnya kepada para sahabat di Makkah, Rasulullah Saw mengutamakan pembinaan aqidah, iman atau tauhid.

Beberapa contoh dari penerapan Salimul Aqidah, yaitu:

1) Tidak mengkafirkan seorang muslim

2) Tidak mengedepankan makhluk atas Khaliq

3) Mengingkari orang-orang yang memperolok-olokkan ayat-ayat Allah swt dan tidak bergabung dalam majlis mereka

 

2.       2. Shahihul Ibadah (Right Devotion)

Ibadah yang benar (shahihul ibadah). Dalam satu haditsnya; beliau (Muhammad Saw) menyatakan: ’shalatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku shalat.’ Dari ungkapan ini maka dapat disimpulkan bahwa dalam melaksanakan setiap peribadatan haruslah merujuk kepada sunnah Rasul Saw yang berarti tidak boleh ada unsur penambahan atau pengurangan.

Beberapa aplikasi dalam kehidupan sehari-hari dari shahihul ibadah, yaitu:

1. Khusyu’ dalam shalat

2. Qiyamul-Lail minimal satu kali dalam sepekan

3. Bersedekah


3.       3. Matinul Khuluq (Strong Character)

Akhlak yang kokoh (matinul khuluq) atau akhlak yang mulia. Dengan akhlak yang mulia, manusia akan bahagia dalam hidupnya, baik di dunia apalagi di akhirat. Rasulullah Saw diutus untuk memperbaiki akhlak dan beliau sendiri telah mencontohkan kepada kita akhlaknya yang agung sehingga diabadikan oleh Allah di dalam Al- Qur’an, Allah berfirman yang artinya: ‘Dan sesungguhnya kamu benar- benar memiliki akhlak yang agung’ (QS 68:4).

Aplikasi dari matinul khuluq yang dapat diperaktikkan dalam kehidupan sehari-hari, antara lain:

1. Tidak ‘inad (membangkang)

2. Tidak banyak mengobrol

3. Sedikit bercanda

 

4.       4. Qowiyyul Jismi (Physical Power)

Kekuatan jasmani (qowiyyul jismi). Kekuatan jasmani berarti seorang muslim memiliki daya tahan tubuh sehingga dapat melaksanakan ajaran Islam secara optimal dengan fisiknya yang kuat. Shalat, puasa, zakat dan haji merupakan amalan di dalam Islam yang harus dilaksanakan dengan fisik yang sehat atau kuat, apalagi perang di jalan Allah dan bentuk- bentuk perjuangan lainnya.

Rasulullah Saw bersabda yang artinya: ‘Mu’min yang kuat lebih aku cintai daripada mu’min yang lemah’ (HR. Muslim).

Aplikasi dari matinul khuluq yang dapat diperaktikkan dalam kehidupan sehari-hari, antara lain:

1)      Mengikuti petunjuk kesehatan dalam makanan dan minuman, seperti:

a.       Membersihkan peralatan makan dan minum

b.       Menjauhi makanan yang diawetkan dan mengkonsumsi minuman alami

2)      Mengikuti petunjuk kesehatan tentang tidur dan bangun tidur, seperti:

a.       Tidur 6 - 8 jam dan bangun sebelum fajar

b.       Berlatih 10 - 15 menit setiap hari

c.       Berjalan 2 - 3 jam setiap pekan

 

5. Mutsaqqoful Fikri (Thinking Brilliantly)

Intelek dalam berpikir (mutsaqqoful fikri) merupakan salah satu sisi pribadi muslim yang penting. Karena itu salah satu sifat Rasul adalah fatonah (cerdas) dan Al-Qur’an banyak mengungkap ayat-ayat yang merangsang manusia antuk berpikir. Misalnya firman Allah yang artinya: Mereka bertanya kepadamu tentang, khamar dan judi. Katakanlah: ‘pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya.’ Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: ‘Yang lebih dari keperluan.’ Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berpikir (QS 2:219).

Allah mempertanyakan kepada kita tentang tingkatan intelektualitas seseorang sebagaimana firman-Nya yang artinya: Katakanlah: samakah orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui, sesungguhnya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran (QS 39:9).

Aplikasi dari mutsaqqoful fikri yang dapat diperaktikkan dalam kehidupan sehari-hari, antara lain:

1) Hafal juz 28 dan 29 dengan baik

2) Membaca tafsir Al Qur’an juz 28 dan 29

3) Mengaitkan antara Al Qur’an dengan realita

 

6. Mujahadatun Linafsihi (Continence)

Berjuang melawan hawa nafsu (mujahadatun linafsihi). Setiap manusia memiliki kecenderungan pada yang baik dan yang buruk. Melaksanakan kecenderungan pada yang baik dan menghindari yang buruk amat menuntut adanya kesungguhan dan kesungguhan itu akan ada manakala seseorang berjuang dalam melawan hawa nafsu. Oleh karena itu hawa nafsu yang ada pada diri manusia harus diupayakan tunduk pada ajaran Islam, Rasulullah Saw bersabda yang artinya: Tidak beragmana seseorang dari kamu sehingga ia menjadikan hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa (ajaran islam) (HR. Hakim).

Aplikasi dari mujahadatun linafsihi yang dapat diperaktikkan dalam kehidupan sehari-hari, antara lain:

1) Memerangi dorongan-dorongan nafsu

2) Tidak berlebihan dalam mengkonsumsi yang mubah

3) Selalu menyertakan niat jihad

 

7. Harishun ‘ala Waqtihi (Good time management)

Pandai menjaga waktu (harishun ala waqtihi). Allah Swt banyak bersumpah di dalam Al-Qur’an dengan menyebut nama waktu seperti wal fajri, wad dhuha, wal asri, wallaili dan sebagainya.

Waktu merupakan sesuatu yang cepat berlalu dan tidak akan pernah kembali lagi. Oleh karena itu setiap muslim amat dituntut untuk memakai waktunya dengan baik. Maka diantara yang disinggung oleh Nabi Saw adalah memanfaatkan momentum lima perkara sebelum datang lima perkara, yakni waktu hidup sebelum mati, sehat sebelum sakit, muda sebelum tua, senggang sebelum sibuk dan kaya sebelum miskin.

Aplikasi dari harishun ala waqtihi yang dapat diperaktikkan dalam kehidupan sehari-hari, antara lain:

1) Memperhatikan adab Islam dalam berkunjung dan mempersingkat pemenuhan hajatnya

2) Memelihara janji umum dan khusus

3) Mengisi waktunya dengan hal-hal yang berfaedah dan bermanfaat

 

8. Munazhzhamun fi Syu’unihi (Well Organized)

Teratur dalam suatu urusan (munzhzhamun fi syuunihi). Maksudnya, mengerjakan sesuatu secara profesional. Yang dimaksud profesional di sini adalah, mengerjakan atau menyelesaikan segala sesuatu tepat pada waktunya, pola perilaku baik, teratur, dan sebagainya.

Aplikasi dari munzhzhamun fi syuunihi yang dapat diperaktikkan dalam kehidupan sehari-hari, antara lain:

1) Shalat sebagai penata waktunya

2) Teratur di dalam rumah dan kerjanya

3) Merapikan ide-ide dan pikiran-pikirannya

 

9. Qodirun ‘alal Kasbi (Independent)

Mandiri (qodirun alal kasbi). Dalam kaitan menciptakan kemandirian inilah seorang muslim amat dituntut memiliki keahlian apa saja yang baik, agar dengan keahliannya itu menjadi sebab baginya mendapat rezeki dari Allah Swt, karena rezeki yang telah Allah sediakan harus diambil dan mengambilnya memerlukan skill atau ketrampilan.

Aplikasi dari qodirun alal kasbi yang dapat diperaktikkan dalam kehidupan sehari-hari, antara lain:

1) Bekerja dan berpenghasilan

2) Tidak berambisi menjadi pegawai negeri

3) Mengutamakan spesialisasi langka yang penting dan dinamis

 

10. Naafi’un Lighoirihi (Giving Contribution)

Bermanfaat bagi orang lain (nafi’un lighoirihi). Manfaat yang dimaksud tentu saja manfaat yang baik sehingga dimanapun dia berada, orang disekitarnya merasakan keberadaannya karena bermanfaat besar.

Rasulullah saw bersabda yang artinya: sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain (HR. Qudhy dari Jabir).

 Aplikasi dari nafi’un lighoirihi yang dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, antara lain:

1) Komitmen dengan adab Islam di dalam rumah

2) Mendorong orang lain berbuat baik

3) Membantu yang membutuhkan


Demikian secara umum profil seorang muslim yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadits, sesuatu yang perlu kita standarisasikan pada diri kita masing-masing.


 

Sumber: 123

 

© MEDISROMANSA

Sabtu, 23 Januari 2021

Manajemen Waktu

Waktu yang kita punya adalah 24 jam dalam sehari untuk bisa mempergunakannya dengan tepat dan efisien menurut kebutuhan masing- masing individu. Hanya saja tidak semua orang mengerti atau menggunakan waktu yang mereka punya dengan sebaik mungkin juga bahkan lalai untuk memahami konsep waktu yang berharga. Karena inilah adanya istilah, pemberdayaan dan penerapan time management atau manajemen waktu.

Manajemen waktu merupakan suatu guideline atau panduan yang terdiri dari perencanaan, pengendalian dan struktural cara menggunakan terhadap seberapa banyak waktu yang kita pakai dan gunakan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Seorang individu harus memahami nilai waktu baginya untuk berhasil dalam aspek kehidupan dan pekerjaan. Orang yang membuang waktu adalah orang yang gagal dalam mengatur pola hidup dan identittas mereka sendiri.

Manajemen waktu adalah proses perencanaan dan pengendalian secara sadar terhadap waktu yang dihabiskan untuk kegiatan tertentu, terutama untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan produktivitas. Cara ini juga melibatkan tindakan menyeimbangkan berbagai tuntutan terhadap seseorang yang berkaitan dengan pekerjaan, kehidupan sosial, keluarga, hobi, minat pribadi dan komitmen dengan keterbatasan waktu.

Menggunakan waktu dengan efektif memberi seseorang kelebihan juga pilihan untuk mengelola kegiatan menurut keputusan dan kebijaksanaan mereka sendiri. Manajemen waktu biasanya selalu didukung oleh berbagai keterampilan, alat serta teknik yang digunakan untuk mengatur waktu ketika menyelesaikan tugas, proyek dan tujuan tertentu sesuai dengan tanggal deadline.

 

Manfaat, Fungsi dan Tujuan Manajemen Waktu Bagi Kehidupan Sehari-Hari :

1.       Tugas Tertata Dengan Rapi

Mengelola waktu dengan baik akan membuat tugas anda tertata dengan sangat rapi. Karena melakukannya dengan langkah demi langkah tanpa tergesa-gesa, sehingga menghasilkan sesuatu yang sangat sempurna.

2.       Mempercepat Segala Urusan

Dengan pengelolaan waktu yang sangat baik, tugas ataupun masalah yang anda hadapi akan cepat selesainya. Karena tidak menunda-nunda waktu yang telah ditetapkan sebagaimana mestinya.

3.       Melatih Disiplin

Aturan waktu yang anda buat akan menjadikan hal tersebut sebagai patokan untuk tidak menunda pekerjaan lagi. Hal tersebut akan melatih anda menjadi orang yang lebih disiplin.

4.       Bertanggung Jawab

Selain itu, efek dari pengelolaan waktu yang baik akan menjadikan kamu sebagai orang yang bertanggung jawab. Karena mengerjakan tugas dengan sungguh-sungguh dan tepat waktu.

            

Cara Melatih Manajemen Waktu Membangun Disiplin Diri Sendiri :

1.       Buatlah Daftar Agenda

Hal yang pertama adalah membuat daftar agenda anda sendiri, dan berisikan tentang poin-poin yang sangat penting mengenai tugas atau tujuan yang harus kamu lakukan serta diselesaikan dengan waktu yang telah ditentukan.

2.       Atur Prioritas Utama

Supaya waktu yang anda gunakan bisa produktif, anda diwajibkan harus bisa mengatur apa yang menjadi Prioritas utama anda dibandingkan dengan kepentingan pribadi anda. Misalkan, lebih baik mengerjakan tugas sekolah dibandingkan menonton film kesukaan anda.

3.       Mengenali Waktu Produktifmu

Dalam keseharian anda, anda akan mengenali dimana waktu produktif anda yang tepat. Jika anda telah mengenali waktu anda sendiri, kerjakanlah tugas-tugas tersulit anda. Karena di waktu yang produktif tersebut akan lebih mudah dalam mengembangkan pola pikir anda.

4.       Jangan Menunda Waktu

Waktu memang sangat berharga dalam hidup, jadi jangan ditunda-tunda apapun itu keadaanya. Tugas yang seharusnya anda lakukan, lakukanlah. Jangan biarkan waktu anda terbuang dengan sia-sia.

5.       Fokus Terhadap Prioritas dari Daftar Agendamu

Jika waktu anda telah tertata dengan baik, fokuskan terhadap apa yang telah menjadi prioritas utama dan dan yang pertama dari daftar agenda yang telah kamu buat. Lakukanlah sebaik mungkin.


Ingat ya, orang sukses bukanlah orang yang punya banyak harta. Tapi orang sukses adalah orang yang mampu memanfaatkan waktu luangnya dengan optimal.

 

 

Sumber: Here

 

© MEDISROMANSA

Minggu, 19 April 2020

ILT ( Islamic Leadership Training )


ILT ( Islamic Leadership Training )
Aula SMAN 1 Bontang
 "Berjalan Menuju Cahaya Sang Suri Tauladan
SABTU , 5 OKTOBER 2019






Bismillah
Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh
Rohis Smansa kali ini kita sedang mengadakan acara Islamic Leadership Training (ILT).
Di kegiatan kali ini kita telah diberi ilmu tentang bagaimana cara kepemimpinan yang benar dalam berorganisasi. Di ILT ini akhwat dan Ikhwan semua hadir dengan sangat semangat juga penuh keingintahuan yang besar. Di kegiatan ini tidak hanya mendengarkan materi saja, tetapi juga kita seru-seruan bareng dengan adanya penampilan yel-yel  dan juga game secara berkelompok. Hal ini juga mengajarkan kita untuk kompak diantara anggota Rohis Smansa.

© MEDISROMANSA

Hijab Syar'i


Hijab Syar’i




Kajian Rutin Akhwat bertema 
Hijab Syar’i
 Jumat
 “ Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”  (Al-Ahzab :59).



Hijab muslimah, adalah segala hal yang menutupi hal-hal yang dituntut untuk ditutupi bagi seorang Muslimah. Jadi hijab muslimah bukan sebatas yang menutupi kepala, atau menutupi rambut, atau menutupi tubuh bagian atas saja. Namun hijab muslimah mencakup semua yang menutupi aurat, lekuk tubuh dan perhiasan wanita dari ujung rambut sampai kaki.
Hijab di Indonesia sudah menjadi lebih populer sejak dua dekade belakangan ini. Pemakai hijab di Indonesia semakin banyak dari tahun ke tahun. Dengan semakin banyaknya pemakai hijab, maka semakin banyak pula tren dalam menggunakan hijab yang kebanyakan dari hasil kreasi hijabers.
Tidak ada salahnya mengikuti gaya jilbab masa kini yang banyak kreasi cantik dan menarik, namun tidak perlu terlalu terbebani dengan perkembangan jilbab tersebut, karena akan tetap santun dan cantik dengan jilbab yang sesuai dengan syar’i dan kepribadian. Semakin sederhana dan simple akan semakin baik.
Dengan menggunakan hijab kita mendapatkan banyak manfaat, yaitu :
· Menutup Aurat
Dengan menggunakan hijab kita akan menutupi seluruh aurat yang tidak diperbolehkan dilihat orang lain kecuali oleh mahram kita. Contohnya adalah kekukan dada dan paha.

· Mencegah dari Paparan Sinar Matahari
Dengan menggunakan hijab, maka kita akan terlindungi dari masalah tersebut yang artinya tidak perlu menggunakan penutup kepala tambahan lagi.

· Mencegah Terjadinya Kanker Kulit
Perlu sahabat ketahui mengenakan pakaian ketat plus terkena sinar matahari dalam waktu lama akan mengakibatkan kulit menderita kanker milanoma. Wanita berhijab pasti memiliki pakaian yang longgar dan pasti terhindar dari bahaya ini.

· Menjaga Kesehatan Rambut
Sinar matahari, debu, polusi, dan berbagai radikal bebas yang terdapat diudara dapat mengakibatkan berbagai masalah serius untuk rambut. Sebut saja ketombe, rambut rontok, rambut bercabang, dan berbagai keluhan lain yang dapat sahabat atasi dengan menggunakan hijab. Debu dan polusi merupakan penyebab utama masalah rambut, menggunakan hijab adalah salah satu solusi praktisnya.

· Berusaha Berperilaku Lebih Baik
Menggunakan hijab tidak semata menutupi aurat, melainkan juga untuk menjaga pandangan seorang muslimah agar tetap berprilaku baik sesuai kaidah agama. Yang dimaksud menjaga pandangan disini adalah bagaimana wanita menjaga akhlaknya untuk tidak melakukan sesuatu yang di luar syariat agama Islam. Walaupun banyak yang mengatakan bahwa hijab bukan jaminan dalam perilaku seseorang, namun jika seseorang telah memiliki niat berhijab, maka ia tentu akan berusaha untuk menjalani perintah agamanya.

· Mencegah Diganggu atau Digoda Oleh Laki-Laki
Percaya atau tidak ini adalah manfaat menggunakan hijab yang tidak disadari, namun survei telah menunjukkan bahwa laki-laki cenderung segan untuk menggoda perempuan yang menggunakan hijab.

Selain hijab merupakan keharusan untuk wanita muslimah dan cara hidup Islam, secara fakta ternyata hijab juga telah terbukti memberikan banyak manfaat kepada setiap pemakainya. 


© MEDISROMANSA

Sabtu, 18 April 2020

Maulid Nabi Muhammad SAW

"Maulid Nabi Muhammad SAW"
📌 Mushalla Smansa
⌚ Jumat, 8 November 2019

SMAN 1 Bontang setiap tahun selalu merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW, sebagai bentuk rasa syukur dan bentuk cinta kepada Rasulullah SAW, yang merupakan utusan Allah yang dijadikan sebagai suri tauladan untuk seluruh umat manusia sejak beliau dilahirkan hingga akhir zaman kelak.





Maulid Nabi Muhammad SAW. adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW, yang di Indonesia perayaannya jatuh pada setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah. Kata maulid atau milad dalam bahasa Arab berarti hari lahir. Perayaan Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam jauh setelah Nabi Muhammad SAW wafat. Secara subtansi, peringatan ini adalah ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad.

Masyarakat Muslim di Indonesia umumnya menyambut Maulid Nabi dengan mengadakan perayaan-perayaan keagamaan seperti pembacaan shalawat nabi, pengajian, mendengarkan ceramah tentang kisah teladan Rasullah di masjid - masjid dan lain sebagainya.

 Setidaknya ada tiga hal yang tentu terkandung dalam perayaan Maulid Nabi:
1. Pembacaan salawat pada Nabi SAW
Keutamaan membaca salawat Nabi tidak diragukan lagi. Di isi dengan sejarah nabi ketika berdakwah, cerita kelahiran beliau dan wafatnya sehingga seorang muslim memperoleh gambaran tentang hakikat Islam secara paripurna yang tercermin dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW.
2. Maulid Nabi jadi sarana bersalawat
Peringatan tersebut merupakan sarana yang mendorong kita bersalawat pada beliau sehingga termasuk melakukan perintah Allah dan tentunya mendapatkan pahala.
3. Menceritakan tentang sopan santun dan tingkah laku yang terpuji Nabi Muhammad
Dengan mendenger cerita tentang sopan santun dan tingkah laku yang terpuji Nabi Muhammad membuat seorang muslim akan termotivasi untuk mengikuti perilaku Nabi SAW. Apa lagi diselingi dengan pengajian agama, membaca Alquran, bersedekah dan ritual-ritual yang mendapat legalitas syariah.
Jadi Maulid Nabi adalah hal yang baik dan mengandung banyak kegunaan dan manfaat yang akhirnya kembali pada umat itu sendiri.







© MEDISROMANSA

KEGIATAN MABIT (malam bina iman dan taqwa)


“Malam Bina Taqwa(Mabit)”
Tk Alam Baiturrahman
02 November 2019
Mabit(Malam Bina Taqwa) merupakan suatu kegiatan yang dilaksanakan pada malam hari. 
Secara Bahasa, Mabit berarti bermalam. Sedangkan, Dalam terminologi dakwah  mabit adalah salah satu sarana untuk melembutkan hati, membersihkan jiwa, dan membiasakan fisik untuk beribadah serta menjalin ukhuwah (kebersamaan) satu sama lain.

Mabit ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan seorang muslim.

Kegiatan Mabit atau malam bina iman dan taqwa ini dilakukan oleh Rohis smansa yang hanya diikuti  para ikhwan saja. Kegiatan tersebut dilakukan pada malam hari.Tentunya malam yang dilaksanakan saat mabit ini akan bermanfaat. Karena dalam kegiatan mabit tersebut tentunya telah melakukan banyak aktivitas yang bermanfaat. Seperti sholat berjamaah, melaksanakan sholat tahajud, Nonton bareng tentang film/kisah yang mengispirasi tentang islam dll.


Hal ini membuat semuanya bersama-sama untuk memperbaiki keimanan, dapat membuat semuanya menjadi lebih mengingat dan mendekatkan diri kepada Allah.Swt, menumbuhkan musahabah, Selain itu, kegiatan ini juga dapat membuat kita berusaha untuk menjadi lebih baik lagi di hari kemudian.

@MEDIS ROMANSA


MABIT



MABIT (Malam Bina Iman dan Taqwa)
Mushalla SMAN 1 Bontang
⌚Sabtu, 25 Januari 2020


MABIT (Malam Bina Iman dan Taqwa) adalah sebuah kegiatan pembinaan dan penguatan iman dan taqwa yang diadakan oleh organisasi kerohanian Islam. Sesuai dengan namanya, MABIT dilaksanakan pada malam hari, namun biasanya peserta MABIT dijadwalkan datang sebelum Shalat Maghrib. Biasanya orang awam berpikir MABIT itu semacam kegiatan menginap di suatu tempat yang kegiatannya diisi dengan mengaji bersama dan  ceramah di malam harinya, kemudian pada pagi – pagi sekali dilaksanakan Sholat Tahajjud berjamaah. Namun, sebenarnya MABIT itu tidak hanya sekedar mendengarkan ceramah dan Sholat Tahajjud bersama lohh…

Yukk kita kupas sama – sama pembahasan tentang MABIT ini…

MABIT sendiri adalah singkatan dari malam bina iman dan taqwa. Ada 2 point pembahasan penting disini. Yang pertama adalah “bina iman”, Iman secara bahasa berarti tashdiq (membenarkan). Sedangkan secara istilah syar’i, iman adalah "Keyakinan dalam hati, perkataan di lisan, amalan dengan anggota badan, bertambah dengan melakukan ketaatan dan berkurang dengan maksiat". Para ulama salaf menjadikan amal termasuk unsur keimanan. Oleh sebab itu iman bisa bertambah dan berkurang, sebagaimana amal juga bertambah dan berkurang". Nah, rangkaian kegiatan MABIT seperti Sholat tepat waktu dan berjamaah, Tadarus Al – Qur’an bersama, mendengarkan ceramah, hingga Sholat Tahajjud bersama merupakan kegiatan yang dapat membina keimanan seseorang, terlebih lagi jika dilakukan dengan niat yang tulus dan sepenuh hati, Inshaallah akan ada balasannya dari Allah SWT.

Kemudian yang kedua ada “bina taqwa”. Taqwa adalah istilah dalam Islam yang merujuk kepada kepercayaan akan adanya Allah, membenarkannya, dan takut akan Allah. Menurut Tafsir Ibnu Katsir, arti dasar dari "takwa" adalah menaati Allah SWT dan tidak bermaksiat kepada-Nya. Senantiasa mengingat Allah SWT serta bersyukur kepada-Nya tanpa ada pengingkaran (kufr) di dalamnya. Nah, maksud dari kata “bina taqwa” dalam kegiatan MABIT disini adalah kita dapat lebih membina ketaqwaan kita  dengan cara mengingat dan mendekatkan diri kepada Allah SWT dalam satu malam tersebut. Caranya sama seperti membina iman kita, yaitu dengan Sholat berjamaah, Sholat Tahajjud yang memiliki banyak kemuliaan, serta mendengarkan ceramah.

Jadi seperti itulah pembahasan mengenai “bina iman dan taqwa”.

Nah, kalau berbicara tentang MABIT gini, sudah pasti gak bisa lepas dari pembahasan keseruan menginap dengan peserta lainnya kan. Jadi, SMAN 1 Bontang, tepatnya pada tanggal 25 Januari kemarin telah melaksanakan MABIT. MABIT ini dikhususkan untuk para ikhwannya saja. Salah satu keseruan dari MABIT ini adalah makan malam dengan ikan bakar, tapi ikannya harus bakar sendiri. Jadi, mereka bekerja sama membagi tugas untuk menyiapkan makan malam mereka. Pelajaran yang dapat diambil dari kegiatan MABIT ini adalah bekerja sama, bekerja keras, dan bersabar. Jadi tidak hanya membina iman dan taqwa saja, tetapi juga mendapatkan penglaman baru dengan beberapa orang baru.





Kesimpulannya, hikmah – hikmah yang dapat diambil dari kegiatan MABIT secara umum adalah :
·         Meningkatkan iman dan taqwa para pelajar
·         Lebih mendekatkan diri mereka kepada Allah
·         Menumbuhkan muhasabah
·         Menjadi terbiasa menjalankan shalat-shalat sunah yang biasa dilakukan Rasulullah SAW
·         Meningkatkan kualitas Ibadah dalam hal ini sholat lima waktu
·         Memahami arti penting kebesaran dan kekuasaaan Allah SWT.


Ⓒ MEDISROMANSA

Sabtu, 11 April 2020

NKKTVI


"Nanti kita kajian tentang valentine ini"

Mushalla Smansa

⌚ Sabtu, 15 Februari 2020



Dari Ibn Umar beliau berkata, “Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk bagian dari mereka” (HR Abu Dawud, hasan)





Batasan menyerupai orang kafir ialah dalam larangan menyerupai kekhususan mereka, maka haram hukumnya menyerupai mereka, baik dilakukan tidak dengan maksud menyerupai mereka, terlebih lagi yang dilakukan karena setuju dengan perbuatan mereka walaupun tidak dalam hal yang menjadi ciri khusus mereka.

 Syariat mengatur agar kaum muslimin menyelisihi 


orang-orang kafir dalam segala sifat. Salah satu alasan mengapa islam melarang adanya hari valentine bagi umatnya karena hari tsb bukan bagian dari kaum muslimin.Terlebih lagi tidak adanya budaya tsb dalam kisah-kisah pada zaman para anbiya. 


Sabda beliau shallallaahu alaihi wa sallam, “Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk bagian dari mereka”, maksudnya dalam bentuk :
  • Berpenampilan dengan pakaian mereka
  • Berperilaku seperti gaya hidup mereka
  • Beretika dengan etika mereka
  • Berjalan di atas jalan hidup dan petunjuk mereka
  • Berpakaian seperti pakaian mereka
  • Dan mengikuti sebagian perilaku mereka (yang khusus)
Ini semua termasuk perbuatan menyerupai orang kafir yang sebenar-benarnya, karena adanya kesesuaian dalam perkara fisik maupun batin, maka (siapa yang melakukan perbuatan ini) termasuk dalam golongan mereka.


 © MEDISROMANSA

Pengikut